Dua kunci kemenangan dan kebahagiaan itu adalah syukur dan sabar. Syukur salah satu dari dua kunci ini dan merupakan ubat penawar terhadap ujian kesenangan. Sementara sabar adalah kunci kemenangan, kebahagiaan dan merupakan ubat penawar atas ujian kesukaran. Kedua-duanya memberi kesempurnaan bagi agama seseorang dan akhirnya akan membawa orang-orang yang memilikinya pada kehidupan yang tenteram dan menyenangkan.
Sekiranya seseorang tidak memahami dan tidak memiliki keduanya, tentu kehidupannya menjadi kacau dan sengsar Maka ingatlah, kesenangan (nikmat) bukanlah kebahagiaan yang sejati dan kesusahan (dugaan) bukanlah kesengsaraan yang kekal abadi. Jika seseorang itu memiliki dua sikap mulia diatas, maka tidak ada sesuatu pun yang perlu dikhuartirkannya di dunia ini. Batu kerikil akan menjadi emas dan nasib buruk akan kembali menjadi keuntungan yang besar.
Umar bin Khattab r.a pernah berkata: "Seandainya sabar dan syukur itu dua ekor unta, maka aku tidak peduli yang manakah diantara keduanya yang aku naiki." Sementara Abdullah bin Mas'ud r.a berkata : "Iman adalah dua bahagian, satu bahagiannya adalah sabar dan sebahagian lagi adalah syukur."
Dengan yang demikian, akan menjadi sempurna keimanan seseorang sekiranya dia memiliki kedua kriteria ini. Jika sudah sempurna keimanan, maka apa lagi yang akan dikhuatirkan seseorang di dunia?
[SUMBER : Buku 'Bila Allah Menduga Kita - Syed Alwi Al Attas']



No comments:
Post a Comment